Israel Dan Tanah Airnya

Sejarah Israel adalah sejarah yang kompleks dan kontroversial. Dan wilayah Israel telah mengalami perubahan yang signifikan sepanjang sejarahnya. Ada sejumlah momen dalam sejarah Israel ketika wilayah yang di bawah kendali oleh bangsa Yahudi hilang atau berada di bawah kekuasaan menjadi milik negara lain.

Sebelum berdirinya negara Israel modern pada tahun 1948, wilayah tersebut di bawah perintah Kekaisaran Ottoman (selama hampir 400 tahun). Dan kemudian oleh Inggris melalui Mandat Liga Bangsa-Bangsa. Pada saat pembentukan negara Israel modern, sejumlah wilayah yang sebelumnya terkuasai oleh bangsa Yahudi – seperti Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur – jatuh ke tangan negara Arab sekitarnya.

Pada tahun 1967, dalam Perang Enam Hari dengan negara-negara tetangganya, Israel merebut wilayah yang lebih luas. Termasuk Tepi Barat, Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan. Israel telah menyerahkan Semenanjung Sinai kepada Mesir sebagai bagian dari perjanjian perdamaian pada tahun 1979, tetapi tetap menguasai wilayah lainnya.

Sementara itu, ada konflik yang berkelanjutan antara Israel dan Palestina mengenai status Tepi Barat. Termasuk masalah pembangunan permukiman oleh Israel di wilayah tersebut. Ada juga konflik antara Israel dan Suriah mengenai Dataran Tinggi Golan.

Dengan demikian, meskipun Israel telah kehilangan dan merebut sejumlah wilayah sepanjang sejarahnya, negara tersebut tetap ada dan masih menguasai sebagian besar wilayah yang telah terkendalikan oleh bangsa Yahudi selama ribuan tahun.

Era Sebelum Israel Modern

Sebelum era modern, wilayah yang sekarang terkenal sebagai Israel telah menjadi rumah bagi berbagai peradaban dan bangsa selama ribuan tahun. Sejumlah peradaban yang pernah memerintah wilayah ini antara lain Fenisia, Kerajaan Israel dan Yehuda, Kekaisaran Romawi, Kekhalifahan Islam, dan Kekaisaran Ottoman.

Pada abad ke-19, wilayah ini menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman selama hampir 400 tahun. Dan kemudian menjadi tujuan imigrasi Yahudi yang meningkat pada abad ke-20. Pada awal abad ke-20, gerakan Zionis atas dukungan oleh Yahudi di seluruh dunia mulai berusaha untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di wilayah ini.

Setelah Perang Dunia I dan runtuhnya Kekaisaran Ottoman, wilayah ini menjadi tempat Inggris sebagai mandat Liga Bangsa-Bangsa. Inggris memberikan dukungan pada gerakan Zionis, tetapi juga berusaha untuk menjaga keseimbangan antara komunitas Yahudi dan Arab di wilayah tersebut.

Setelah Perang Dunia II dan terungkapnya kekejaman Holocaust di Eropa, gerakan Zionis semakin kuat. Dan gerakan nasionalis Israel semakin aktif. Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan rekomendasi untuk membagi wilayah tersebut menjadi dua negara. Satu bagi Yahudi dan satu lagi bagi Arab. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan oleh negara-negara Arab. Perang Arab-Israel meletus pada tahun 1948, yang kemudian diikuti oleh serangkaian konflik dan perang yang berkelanjutan hingga saat ini.

Bangsa Israel pernah kehilangan tanah air, tersebar tercerai berai, tapi tidak kehilangan jati diri.
Bangsa Indonesia tidak pernah kehilangan tanah air, tapi kehilangan jati diri.

Israel Dan Tanah Airnya

Nusanatara Desain Website oleh Cahaya Hanjuang

Israel Dan Tanah Airnya
About the author : Muhammad Rasul
Dihin pinasti anyar pinanggih.

Get involved!

Get Connected!
Come and join our community. Expand your network and get to know new people!

Comments

No comments yet
AI Chatbot Avatar
⚠️ Penting! Periksa kembali kebenaran hasil jawaban saya.
%d bloggers like this: