Penipuan Berkedok Asmara

Penipuan dengan modus asmara atau yang lebih terkenal sebagai romance scam adalah kejahatan yang sangat merugikan para korbannya. Hal ini karena korban cenderung memberikan informasi pribadi dan keuangan dalam jumlah besar yang sangat rahasia kepada pelaku penipuan. Kejahatan ini biasanya terjadi melalui media sosial atau aplikasi kencan online.

Lihat kasus di link ini https://uthkg.com/akademisi/media-sosial-ut-hkg-macau/?status/1-1-1681932680/

Penipuan Berkedok Asmara

Pelaku Penipuan Bisa menyamar Sebagai Seseorang Yang Mengaku Sebagi Orang Berprofesi

Pelaku penipuan biasanya menyamar sebagai seseorang yang menarik atau mengaku sebagai orang yang berprofesi sebagai dokter, pilot, atau pekerja industri kaya.

Mereka kemudian mencoba untuk membangun hubungan dengan korban melalui pesan teks atau panggilan video. Setelah membangun rasa percaya yang cukup, pelaku penipuan akan meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan. Seperti meminta bantuan keuangan atau membayar biaya medis yang mahal.

Sebagai calon korban, kita harus selalu waspada dan hati-hati terhadap orang yang mencoba membangun hubungan dengan kita melalui media sosial atau aplikasi kencan online. Sejumlah tanda-tanda yang harus kita waspadai antara lain :

Penipuan Berkedok Asmara
  1. Pelaku penipuan terlalu cepat mencoba untuk membangun hubungan yang erat dengan korban.
  2. Pelaku penipuan tidak ingin berbicara melalui panggilan video atau bertemu langsung.
  3. Pelaku penipuan sering meminta uang dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.
  4. Pelaku penipuan sering mengubah cerita dan alasan yang mereka gunakan untuk meminta uang.

Jika kita curiga terhadap seseorang yang mencoba membangun hubungan dengan kita melalui media sosial atau aplikasi kencan online, maka kita harus segera menghentikan komunikasi tersebut dan melaporkannya ke pihak yang berwenang. Selain itu, kita juga harus mengingatkan teman-teman kita dan orang-orang terdekat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan seperti ini.

Sangat penting bagi kita untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan seperti ini. Jangan sampai kita menjadi korban dari kejahatan yang merugikan ini. Kita harus selalu waspada dan hati-hati dalam berinteraksi dengan orang-orang yang tidak kita kenal melalui media sosial atau aplikasi kencan online. Selalu ingat bahwa keamanan pribadi dan keamanan finansial kita adalah prioritas yang sangat penting dan tidak boleh terabaikan.

Banyak Kasus Penipuan Berkedok Asmara Di Hong Kong

HATI-HATI MODUS PENIPUAN BERKEDOK ASMARA (ROMANCE SCAM) !!!

Kejahatan berkedok asmara masih merajalela dan menjerat korban yang tidak sedikit. Atas dasar laporan sejumlah PMI kepada KJRI Hong Kong mengenai adanya unsur penipuan. Modusnya asmara, pemerasan, ancaman, dan pemalsuan data. Gerak cepat KJRI Hong Kong melalui koordinasi dan pendalaman kasus bersama dengan para pihak khususnya Kepolisian RI. Hasilnya, terduga pelaku saat ini ditangkap oleh Polda Jatim.

“Kami selalu terus berupaya mewujudkan kehadiran negara bagi perlindungan PMI. Oleh karena itu, dukungan dan kerja sama berbagai pihak terkait di Hong Kong dan Indonesia sangat perlu”, ujar Konjen RI Hong Kong.

Penipuan Berkedok Asmara

“Tidak bosan kami terus menghimbau teman-teman PMI Hong Kong untuk waspada terhadap modus penipuan asmara seperti ini. Dan fokuslah bekerja untuk mencapai tujuan baik yang menjadi cita-cita”, tambah Konjen Ricky.

Modus bujuk rayu mulai dari menjalin hubungan dekat, meminjam uang, memberi iming-iming pernikahan atau lainnya. Mengaku-ngaku memiliki pekerjaan yang bagus, dan merekam percakapan atau video/foto pribadi harus benar-benar waspada. Jangan sampai lengah hingga anda menjadi objek pemerasan dan penipuan berkedok asmara yang akhirnya merugikan pribadi sendiri.

Penipuan Berkedok Asmara

Nusanatara; Desain Website oleh Cahaya Hanjuang

Penipuan Berkedok Asmara
About the author : Ryan Winters Verified icon 2
Tell us something about yourself.

Get involved!

Get Connected!
Come and join our community. Expand your network and get to know new people!

Comments

No comments yet